Showing posts with label Info. Show all posts
Showing posts with label Info. Show all posts

Friday, March 10, 2017

21 Penyimpangan Ibnu Taymiyah dengan Ijma Ulamak


21 Penyimpangan Ibnu Taymiyah dengan Ijma Ulamak
Ilustrasi


Ketika tahta kekuasaan ( pemerintahan ) Damaskus di tangan Nuruddin AsySahid, Lairan Hasyawiyah mencapai Puncaknya. Kemudian dalam perjalann sejarah berikutnya, sekitar penghujung abad ke 7-H. Muncullah salah satu penganut aliran Hasyawiyyah yang bernama Ibnu Taymiyah.

Perlu di ketahui bahwa Ibnu Taymiyah Ini adalah sosok sebenarnya yang menjadi cikal bakal dari tumbuhnya aliran wahabi, sebuah aliran yang penamaannya di ambil dari nama belakang pemimpinnya, yaitu Muhammad bin Abdul Wahab an-Najdi.

Sebenarnya banyak pendapat Ibnu Taimiyah yang berseberangan dengan pendapat Ijma’ Ulamak, tapi disini penulis hanya menulis 21 point berseberangannya pendapat Ibnu Taimiyah dengan Ijma’ Ulama.

Pendapat Ibnu Taimiyah yang berseberangan dengan Ijma Ulamak antara lain :

1. Talaknya seorang yang bersumpah akan mentalak istrinya, lalu ia melanggar sumpahnya, maka talaknya tersebut tidak jatuh / tidak terjadi / sah. Ia hanya mewajibkan membayar tebusan sumpah ( kafaratulm yamin ) yaitu dengan cara memberi makanan sepuluh orang miskin, atau memberi pakaian, atau membebaskanbudak. Padahal tidak ada seorang ulamak pun yang mengatakan pendapat semacam ini sebelumnya.

2. Bila seorang suami mentalak istri yang masih dalam keadaan haid, maka hukum talaknya tidak jatuh / tidak terjadi / tidak sah. Talak juga tidak jatuh apabila seorang suami mentalak istri yang masih dalam keadaan suci, tetapi ( sebelumnya ) ia gauli ( jimak ) terlebih dahulu.

3. Seorang muslim tidak di wajibkan mengqadha shalat apabila dengan sengaja ia meninggalkannya.

4. Seorang wanita yang sedang berada dalam masa haid dihalalkan melakukan tawaf tanpa di kenai kewajiban membayar kafarah ( tebusan )

5. Talak tiga harus di kembalikan status hukumnya menjadi talak satu. Padahal sebelum mengemukakan pendapat semacam ini, Ibnu taymiyah sendiri telah menjelaskan adanya ijma’ dalam persoalan ( talak ) ini.

6. Segala tarikan uang pemerintah, baik berupa pajak atau yang lain adalah halal. Juga apabila yang ditarik iuran tersebut adalah seorang pedagang, maka ia tidak perlu lagi mengeluarkan zakat, sekalipun tarikan atau pungutan tersebut tidak dinamakan zakat.

7. Segala sesuatu yang cair tidak di kenai hukum najis meskipun cairan itu kemasukan bangkai seperti tikus

8. Seseorang yang berjunub dimalam hari, maka ia boleh melakukan shalat sunnah malam, sehingga ia tidak perlu mandi sebelum terbit fajar, sekalipun ia sendiri tidak berstatus sebagai seorang musafir.

9. Syarath al-waqif ( persyaratan tujuan waqaf yang diutarakan oleh pewaqaf di awal ijab kabul ikrar waqaf ) tidak perlu digubris. Jadi , meskipun ada seseorang yang sengaja mewaqafkan suatu bangunan- atau berupa bentuk waqaf lainnya – hanya diperuntukkan bagi golongan pengikut madzhab Syafii, maka waqafan itu tetap boleh digunakan oleh para pengikut madzhab Hanafi, begitu sebaliknya.

10. Seseorang yang memiliki pendapat yang berbeda ( berseberangan ) dengan ijma’ para Ulamak, maka ia tidak di hukumi kafir, tidak pula fasiq.

11. Allah Swt., merupakan tempat bagi segala suatu yang baru – menerima unsur-unsur sifat makhluk. Dengan kata lain, segala sesuatu yang baru itu bertempat pada Dzat Allah Swt

12. Dzat Allah Swt, itu tersusun ( Murakab ) dari Partikel-partikel tertentu. Dan , Ia senantiasa butuh terhadap setiap partikel tersebut. Ibarat, suatu perkara yang umum senantiasa membutuhkan elemen-elemen perkara yang khusus.

13. Alqur’an adalah Makhluk ( Baru ) yang berada pada dzat Allah Swt.

14. Menganggap alam ini bersifat Qadim ( tidak memiiki permulaan / azali ) dari sisi jenisnya, sedangkan dalam hubungan tak terpisahkan dengan Allah Swt., alam itu selamanya bersifat makhluk. Dengan pendapat senmacam ini, Ibnu Taymiyah hendak mengatakan bahwa ‘ kewujudan alami ini bersifat wajib pada DzatNYA, Bukan bersifat ikhtiyri esuai kehendak-NYA’. Ini berarti Allah bukanlah pelaku yang maha mutlak di alam ini. Pandangan semacam ini tentu dengan ijma’ para ulama.

15. Meyakini bahwa Allah memilikibentuk ( jisim ), arah ( jihat ), dan kemungkinan berpindah-pindah ( intiqal ).

16. Mengatakan bahwa besarnya dzat Allah Swt. Seukuran dengan besarnya ‘Arsy, tidak lebih dan tidak pula kurang.

Maha suci Allah dari segala persangkaan yang keji dan kotor dari seorang yang sesat dan jelas kekafirannya. Semoga Allah menghinakannya beserta para pengikut-pengikutnya.

17. Neraka itu tidaklah kekal (fana).

18. Para nabi tidaklah maksum.

19. Nabi Muhammad Saw. Tidak mempunyai derajat apa-apa, sehingga tidak perlu menjadikan beliau sebagai sarana tawassul kepada Allah Swt.

20. Berangkat ke madinah dengan niat menziarahi makam Rosululloh Saw. Bagi Ibnu Taymiyah adalah sebuah kemaksiatan, oleh karenanya tidak di perkenankan meng qashar Shalat.

21. Kitab injil dan
kitab taurat tidak diubah redaksinya ( lafadznya ), keduanya hanya di ubah maknanya saja.

Demikian 21 Penyimpangan Ibnu Taymiyah dengan Ijma Ulamak, Selamat Belajar ! & Happy Blogging.! ( www.santriamatir.com )
Continue reading...

Friday, March 3, 2017

Syarat-syarat Mujtahid Mutlaq

Syarat-syarat Mujtahid Mutlaq


Mujtahid muthlak adalah orang yang mencetuskan suatu hukum-hukum yang bersumber langsung dari Al-Qur’an dan Hadist.

Sedangkan untuk menjadi mujtahid muthlak harus memenuhi 7 kriteria persyaratan berikut

1.mengetahui perbedaan dan karakteristik dalil-dalil yang ada di dalam Alqur,an dan Hadist seperti mana yang termasuk dalam katagori dalil-dali yang bersifat ‘am dan khas, muthlaq dan muqayyad, mujmal dan mubayyan, nash dan dhahir, dan lain sebagainya.

2. mengetahui segala ragam (macam) hadist seperti mutawatir, ahad, muttashil, munqati’, marfu’, dan mursal.

3. mengetahui tata cara mentarjih ketika di hadapkan pada dua dalil yang berseberangan.

4. mengetahui hal ikhwal para perawi hadist, dari segi kuat atau lemahnya ketika menemukan dalil hadist yang belum disepakati untuk di terima (diamalkan) atau tidak.

5. mengetahui bahwa pendapat yang ditetapkan atau hukum yang di cetuskan tidak bertentangan dengan ijma’ para sahabat maupun para ulamak setelahnya.

6. mengetahui seluk nasikh dan mansukh, cara-cara pengambilan suatu hukum (istidlal) seperti mengetahui bahwa perinta itu menunjukkan suatu kewajiban, sedangkan larangan itu menunjukkan suatu keharaman, mengetahui keberadaan b perkara yang khusus lebih dikedepankan daripada perkara yang umum, mengedepankan muqayyad atas muthlaq, dan mengedepankan nash atas dhahir.

7.mengetahui qiyas berikut tiga bentuk macamnya seperti qiyasal aula, qiyasal muaawi dan qiyasal ‘adwan, dan memahami dalil-dalil yang masih diperselisihkan ulamak seperti istishhab, memahami ilmu gramatika arab seperti ilmu nahwu dan sharaf serta memahami ilmu tafsir.

Dari penjabaran di atas maka siapapun yang memenuhi kriteria tersebut, maka boleh menjadi mujtahid muthlaq.

Akan tetapi, di zaman sekarang ini tidak ditemui yang bisa memenuhi segala syarat-syarat mujtahid muthlaq seperti diatas.

Bahkan imam al-bajuri telah berketetapan bahwa derajat mujtahid muthlaq telah terputus semenjak tahun 300 H .

Dalam kitab “ Bughyatul Mustarsyidin” karya sayyid Ba’lawi al-Khadhrami, di katakan bahwa asy-Syeikhani (Imam Nawawi [w. 677 H] Dan Imam Rafi’i [w.623 H.] telah mengemukakan sebuah pendapat, yang pendapat ini telah lebih dahulu dituturkan oleh Imam Fakhruddin ar-Razi (w. 606 H.) bahwa ulamak saat ini memang lebih banyak jumlahnya daripada jumlah ulamak sebelumnya.

Akan tetapi, sayangnya, pada masa ini tidak di temukan seorang mujtahid muthlaq sekalipun.

Pernyataan demikian ini di tegaskan lagi oleh Imam Ibnu Hajar Al Haitami [w. 974 H.] yang menuqil dari pendapat para Ulamak ahli ilmu ushul fiqih yang mengatakan bahwa semenjak ber akhirnya zaman Imam Syafi’i nyaris sudah tidak ditemukan lagi seorang mujtahid yang sampai pada derajat mustaqil (muthlaq).

Mengenahi terputusnya derajat mujtahid muthlaq, sebenarnya sangat dimaklumi apabila dilihat melalui realitas saat ini.

Penyebabnya bisa karena rendahnya semangat kaum muslimin dalam memperdalam ilmu agama, disamping juga kian turunnya tingkat kecerdasan mereka seiring dengan semakin dekatnya dengan akhir zaman.

Padahal sebenarnya, sebagaimana dikatakan oleh Imam Daqiq alId bahwa setiapa zaman tidak akan lekang dari seorang mujtahid, kecuali memang apabila zaman itu sudah kian dekat dengan masa akhir zaman.

Hal ini selaras dengan informasi hadist yang mengatakan

ما من يوم الا والذي بعده شر منه, وإنما يسرع بخياركم

Tidaklah berlalu satu hari pun terkecuali hari setelahnya lebih buruk dari hari-hari sebelumnya. Dan Allah swt akan lebih dahulu mewafatkan orang-orang terbaik di antara kalian. (HR. Imam Al- Bukhari.)

Ada lagi penuturan hadist lain yang mengatakan

من اشراط الساعة ان يقل العلم ويظهر الجهل ويظهر الزنا وتكثر النساء ويقل الرجال

Termasuk dari tanda-tanda kiamat adalah ketika ilmu agama semakin berkurang, sebaliknya kebodohan semakin meningkat, semakin merebaknya perzinahan, dan jumlah wanita lebih banyak daripada jumlah laki-laki. (Imam Al-Bukhari.)

والله اعلم بالصواب

Demikian Syarat-syarat Mujtahid Mutlaq Selamat Belajar ! & Happy Blogging (www.santriamatir.com)
Continue reading...

Tuesday, February 7, 2017

Cara Menabung Di BRI Tanpa Ngantri dengan Mudah



Sudah lama Rasanya tidak posting pasca blogspot tidak bisa di buka sama sekali, tapi setelah ingin posting, malah bingung mau posting apa?????akhirnya terpaksa posting tentang Cara Menabung Di BRI Tanpa Ngantri,,,, deh.....

sebenarnya penulis belum tahu apakah ini berlaku di seluruh Indonesia, apakah masih berlaku di DKI Jakarta saja, pasalnya waktu penulis menabung langsung di panggil oleh pihak teller, padahal waktu itu masih banyak orang antri lebih dulu, sehingga mereka yang merasa antri dahulu memandang penulis dengan sinis.

Agar kita menabung di BRI Tanpa antri sampai kering disana, silahkan ikuti langkah-langkah berikut.

langkah pertama Silahkan Isi Form antrian secara Online di Di sini dan pilih menu sesuai keperluan, di sini penulis asumsikan hendak menabung, maka pilih Transaksi Penyetoran, seperti pada gambar


langkah kedua isi semua form yang tersedia seperti pada gambar dan simpan



langkah ketiga catat kode yang anda dapatkan biasanya kode ini ber awalan DPxxxxxxx


langkah keempat bawa kode yang di catat tadi dan beritahukan ke petugas BRI.

kalau langkah-langkah di atas di lakukan dengan benar, maka anda tidak perlu lagi untuk antri saat mau menabung.

Demikian Menabung Di BRI Tanpa Ngantri dengan Mudah, Selamat Belajar!&Happy Blogging , (http:santriamatir.com)
Continue reading...

Thursday, February 2, 2017

Video Klarifikasi dan Permintaan Maaf Ahok Terkait Saksi KH Makruf Amin



Bagaikan angin yang berhembus cepat dan menghampiri setiap telinga Muslimin, begitulah pepatah yang mungkin pantas untuk ucapan Ahok ini, yang sampai saat ini masih viral di medsos, yaitu ucapan Ahok yang di duga melecehkan dan meremehkan KH Ma'ruf Amin selaku sesepuh MUI dan Sesepuh NU, Sehingga Banyak tokoh yang angkat bicara,

seperti halnya pernyataan Prof. DR Mahfudz MD di Twitterrnya. " Sy bkn tokoh NU tp sy warga jam'iyyah NU sejak bayi. sy trsinggung atas hardikan Ahok thd KH Makruf Amin. Sy ikut protes sbg warga NU."

dan  tweetan Aagym , " Demi Alloh, tak rela KH Ma'ruf Amin, guru/orang tua/ulama kami, pimpinan MUI yang amat kami cintai, di rendahkan dan di ancam siapapun."

mungkin masih banyak pernyataan  tokoh-tokoh yang lain yang tidak penulis temukan terkait hal ini.

 sehubungan dengan banyaknya kecaman dari beberapa tokoh, akhirnya Ahok meminta maaf melalui video, berikut videonya.

Demikian Video Klarifikasi dan Permintaan Maaf Ahok Terkait Saksi KH Makruf Amin, Selamat Belajar, & Happy Blogging,! (http://halalpenting.blogspot.com)
Continue reading...

Wednesday, February 1, 2017

Fatwa Ibnu Rusyd terhadap penghina paham Asy’ari

Fatwa Ibnu Rusyd terhadap penghina paham Asy’ari
Gambar : sunnahmadinah.wordpress.com


Imam Ibnu Rusyd yang terkenal di kalangan madzhab Maliki dengan sebutan Syaikhul Madzhab, pernah di tanya pendapatnya mengenai pengikut paham Asy’ariyah dan hukum orang yang menghina mereka,

Ibnu Rusyd di tanya, “ apa pendapat anda tentang Abu Hasan Al-Asy’ari, Abu Ishaq Al-Isfirayani, Abu Bakar Al-Baqilani, Abu Bakar Bin Fauruk, Abu Al-Ma’ali dan ulamak-ulamak lainnya yang bergelut dalam ilmu kalam, yang berbicara mengenai dasar-dasar agama dan menulis buku untuk membantah pemahaman dan perkataan orang-orang yang mengikuti hawa nafsu? Apakah mereka termasuk ulamak yang mendapatkan petunjuk dan hidayah dari Allah, atau mereka itu hanyalah segelintir pemimpin yang kebingungan dan gelap mata?

Apa pendapat mengenai sebuah kelompok yang mencaci-maki, menghina dan mengkafirkan ulama ulamak di atas? Termasuk menghina setiap orang yang condong ke paham Asy’ariyah? Apa yang perlu di katakan kepada mereka? Hukuman apa yang akan diberikan terhadap mereka? Apakah mereka akan selalu dibiarkan mengikuti hawa nafsu? Ataukah pembodohan ini akan di hentikan?

Ibnu Rusyd menjawab,” Kamu terlalu tergesa-gesa berpikir. Semoga Allah Ta’ala menjaga kita. Takutlah kamu dengan pertanyaanmu yang seperti itu. Kamu berpikir mengenai orang-orang yang di anggap sebagai ulamak. Mereka ini adalh para imam yang berada di jalan kebenaran dan hidayah Allah. Mereka termasuk orang-orang yang wajib diikuti, karena berjuang menyelamatkan syari’at dan membantah berbagai syubhat yang di lontarkan oleh orang-orang sesat. Mereka juga menjelaskan berbagai permasalahan yang susah dipahami, dan hal-hal yang wajib diyakini oleh setiap orang. Berdasarkan ilmu pengetahuan mereka mengenai pokok ajaran agama, maka mereka adalah para ulamak sejati.

Berdasarkan pengetahuan mereka mengenai Allah Ta’ala, apa yang wajib dan boleh bagi Allah serta apa yang harus di nafikan dari-NYA, karena tidak seorangpun yang dapat mengetahui seluk beluk masalah furu’iyah kecuali setelah mengetahui pokok-pokok agama, maka sudah seharusnya kita meng apresiasi keutamaan mereka tersebut. Mereka ini adalah orang-orang yang di maksudkan Rasulullah Saw. Dalam sebuah sabdanya,
يحمل هذا العلم من كل خلف عدوله ينفون عنه تحريف الغالين, وانتحال المبطلين, وتأويل الجاهلين
“Ilmu ini akan dipikul oleh setiap generasi yang adil dari padanya, yang membersihkannya dari penyelewengan orang-orang yang melampui batas, dari pemalsuan oleh orang-orang bathil dan dari takwil orang-orang bodoh”.

Dengan demikian, tidak ada yang berkeyakinan bahwa mereka berada dalam kesesatan kecuali orang dungu dan bodoh, atau ahlul bid’ah yang menyimpang dari kebenaran.dan tidak akan ada yang mencaci mereka maupun menisbatkan kepada mereka sesuatu pendapat yang tidak datang dari mereka, kecuali orang yang fasiq.

Demikian Fatwa Ibnu Rusyd terhadap penghina paham Asy’ari, Selamat Belajar, & Happy Blogging,! (http://www.santriamatir.com)
Continue reading...

Sunday, January 29, 2017

Ternyata Nasab Habib Rizieq dan Kh Sa'id Aqil Siradj Hingga ke Rasulullah SAW

Ternyata Nasab Habib Rizieq dan Kh Sa'id Aqil Siradj Hingga ke Rasulullah SAW



Silsilah  Al Habib M. Rizieq bin Husein Syihab

Siapa yang tidak mngenal sosok yang satu ini. Beliau seorang ulama besar Indonesia yang memiliki jutaan pengikut. Seorang tokoh Islam Indonesia yang dikenal sebagai pemimpin atau Imam Besar organisasi Front Pembela Islam. Beliau seorang mujahid tangguh, seorang orator ulung dan seorang singa podium ketika di atas panggung. Beliau mampu membangkitkan ruhul jihad didepan banyak orang. Beliau berani mengatakan yang haq itu haq dan yang batil itu batil walaupun nyawa yang menjadi taruhannya. Setiap pengajian atau atau tabligh akbar yang dimana beliau menjadi penceramahnya suka dihadiri oleh ribuan bahkan ratusan ribu orang. Beliau adalah Dr. Al Habib Muhammad Rizieq bin Hussein Syihab, Lc.MA.DPMSS.

Nasabnya hingga ke Rasulullah S A W

Nasab Al Habib Muhammad Rizieq Syihab bin Husein bin Muhammad bin Husein bin Abdullah bin Husein bin Muhammad bin Syeikh bin Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Ahmad Syihabuddin Al-Asghar bin Abdurrahman Al-Qadhi bin Ahmad Syihabuddin Al-Akbar bin Abdurrahman bin Syeikh Ali bin Abu Bakar As-Sakran bin Abdurrahman As-Segaf …bin Muhammad Maulad Daawilah bin Ali bin Alwi Ibnul Faqih bin Muhammad Al-Faqihil Muqaddam bin Ali Walidil Faqih bin Muhammad Shahib Murbath bin Ali Khala’ Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir bin Isa An-Naqib bin Muhammad Djamaluddin bin Ali Al-Uraidhi bin Ja’far As-Shadiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein As-Sibth bin Ali bin Abi Thalib wa Fathimah Az-Zahra binta Rasulullah Muhammad SAW.


Silsilah KH Sa'id Aqil Siradj
Mungkin masih banyak yang tidak tahu atau pura-pura tidak tahu, bahwa Ketua PBNU, Prof. Dr. KH Sa'id Aqil Siradj juga seorang "Habib" alias keturunan (dzurriyah) Rasulullah saw. Berikut kami tuliskan Silsilahnya.

Nasabnya hingga ke Rasulullah S A W

KH. Said Agil Siradj bin KH Agil bin KH Siradj bin KH Said (gedongan) bin KH Murtasim bin KH Nuruddin bin KH Ali bin Tubagus Ibrahim bin Abul Mufakhir (Majalengka) bin Sultan Maulana Mansur (Cikaduen) bin Sultan Maulana Yusuf (Banten) bin Sultan Maulana Hasanuddin bin Maulana Syarif Hidayatulloh (Sunan Gunung Jati) bin Abdullah bin Ali Nurul Alam Syeh Jumadil Kubro bin Jamaludin Akbar Khan bin Ahmad Jalaludin Khan bin Abdullah Khan bin Abdul Malik al-Muhajir (Nasrabad India) bin Alawi Ammil Faqih ( Hadrulmaut) bin Muhammad Shohib Mirbat Ali Kholi' Qosam bin Alawi atsani bin Muhammad Shohibus Saumi'ah bin Alawi Awwal bin Ubaidillah bin Ahmad Al Muhajir bin Isa ArRumi bin Muhammad an Naqib bin Ali 'Uraidhi bin Ja'far as Shodiq bin Muhammad al Baqir bin Ali Zaenal Abidin bin Husein As-Sibth bin Ali bin Abi Thalib wa Fathimah Az-Zahra Ra binti Sayyidina wa Maulana Rasulullah Muhammad SAW.


Al Habib M. Rizieq bin Husein Syihab  memang keturunan Nabi Muhammad Saw yang ke-38. Beliau mewarisi ketegasan datuknya, kesantunan serta akhlaknya yang baik dan ilmunya yang luas. Meskipun begitu Al Habib Muhammad Rizieq pernah berkata :

“garis keturunan bukan untuk tujuan pamer. Jika itu adalah tujuan, maka harus merupakan kesombongan, dan itu adalah dosa,”.

KH Sa'id Aqil Siradj sudah jelas, kalau garis nasab beliau ini sambung hingga ke Rasulullah saw. Bahkan, Kiai Sa'id juga keturunan para wali dan ulama top. Namun, seperti kebanyakan kiai dan ulama NU, banyak yang namanya tidak diberi "Habib". Bagi warga NU, guru harus dihormati, entah dia habib atau bukan, bergelar akademik tinggi atau tidak, setiap guru harus dihormati. Inilah akhlaq.


Jika di antara guru, kiai, gus, habib, ustadz terjadi ikhtilaf, Seharusnya yang awam mesti bersikap "mauquf" alias mendiamkan. dan harus paham bahwa dibalik ikhtilaf mesti ada rahmat. Nah, rahmat inilah yang perlu dipetik hikmahnya.


Al Habib M. Rizieq bin Husein Syihab & KH Sa'id Aqil Siradj ini merupakan salah satu tokoh yang berpengaruh di zaman saat ini, dan dua-duanya sama-sama menjaga NKRI, maka jangan heran apabila ada oknum yang mau mengadu domba antara keduanya, karna musuh islam tidak akan mampu menghancurkan islam, selama islam tetap bersatu.

Demikian Ternyata Nasab Habib Rizieq dan Kh Sa'id Aqil Siradj Hingga ke Rasulullah SAW, Selamat Belajar,& Happy Blogging,! (http://www.santriamatir.com)
Continue reading...

Wednesday, January 25, 2017

Foto Asli Syaichona Muhammad Cholil Bangkalan


Kh Muhammad Cholil bin K Abdullathif Bangkalan Madura, yang lebih terkenal dengan panggilan Syaichona Cholil Bangkalan, merupakan salah satu Ulamak terkemuka di saentro Indonesia, Bahkan sampai ke Internasional, yang kisahnya bisa kita baca melalui buku, dan kita dengarkan melalui syair yang berbahasa Madura, Sehingga tidak jarang orang yang ingin memiliki fotonya, terutama penduduk kepulauan Madura.

Untuk Meluruskan tentang foto Syaichona Cholil yang beredar berikut kami lansir dari nurulcholil.net
"Beredarnya foto Syaichona Kholil Bangkalan atau yang lebih dikenal oleh para peziaroh dengan sebutan Embah Kholil yang maqbarohnya berada di Desa Martajasah Bangkalan di klarifikasi oleh Keluarga Besar Syaichona Kholil (Bani Kholil), bahwa foto yang beredar bukanlah Syaichona Kholil, foto yang beredar tersebut adalah Kholil bin Zainal Alim dengan gelar Raden Kammuk (Din Kammuk), Din Kammuk adalah Khotib Khutbah Jum’at di Masjid Agung Sultan Kadirun Bangkalan, kediamannya di Jl Jokotole Gg II Bangkalan, kekeliruan itu terjadi karena Raden Kammuk memiliki kesamaan nama dengan Syaichona Kholil yaitu sama-sama bernama Kholil.





Keluarga Besar Syaichona Kholil mengklarifikasi foto tersebut setelah di temukannya Foto Asli Syaichona Kholil Bangkalan oleh seorang warga Bangkalan yang bekerja di kapal pesiar, yang sempat berkunjung ke salah satu musium di Den Haag, Belanda. Dia kemudian memotret beberapa foto tentang Bangkalan yang ada di musium Belanda itu. Salah satunya, foto Adi Pati Bangkalan bersama sejumlah tokoh di depan Pendopo.

Dalam foto itulah, terdapat sosok bersurban dengan jenggot putih, tepat duduk di samping kanan Adi Pati. Sosok itulah yang kemudian diyakini sebagai Syaichona Kholil. Keyakinan dan dugaan makin kuat karena terdapat sosok foto di samping kiri Adi Pati yang dikenali sebagai KH Ghazali Dulkariman atau yang masyhur dengan panggilan Kiai Kalah. Ia kiai yang hidup se zaman dengan Syaichona Kholil.



Keluarga Besar Syaichona Kholil yang diwakili oleh KH Zubair Muntashor selaku Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Cholil Demangan Bangkalan ini menganggap sangat perlu untuk meluruskan kesalahan informasi tentang foto Syaichona Kholil, di karenakan Syaichona Kholil merupakan ulama besar dan kharismatik yang telah melahirkan santri-santri besar pula, seperti KH Hasyim Asy’ari pendiri NU, dan KH As’ad Samsul Arifin, pendiri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah serta beberapa tokoh lain yang tersebar di Pulau Jawa.

Menurut KH Zubair Muntashor saat awal foto itu beredar dan belum di temukannya foto asli di Belanda, keluarga dari Bani Kholil tidak bisa mengklarifikasi ihwal foto yang dikira Syaichona Kholil, karena tak satu pun keluarga yang memiliki foto asli Syaichona Kholil. Hanya menurut sejumlah cerita, salah satu cicit Syaichona Kholil yaitu KH Mohammad Kholil AG, pendiri Pondok Pesantren Ibnu Kholil, wajahnya memiliki kemiripan dengan Syaichona Kholil.

Juga ada yang mengatakan bahwa Syaichona Kholil mirip dengan sosok Habib Muhdor asal Bondowoso.
 Sumber : nurulcholil.net


Demikian Foto Asli Syaichona Muhammad Cholil Bangkalan, Selamat Belajar, & Happy Blogging,! (http://www.santriamatir.com)
Continue reading...